Kamis, 15 Maret 2012

Mystery/Film Horror


Para ilmuwan yang tergabung dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa film horor baik untuk kesehatan mental dan otak perempuan. Manfaat dari menonton film horor yakni adanya efek positif pada tubuh, pikiran, dan jiwa.

Film horor memang tidak sepenuhnya sinkron dengan realitas. Karena itu, bisa dibilang film horor adalah realitas yang menciptakan fiksi. Maka, jika mengetahui bahwa film itu merupakan fiksi, isapan jempol, dan imajinasi, penonton pun yakin bahwa itu tidak nyata. Timbulnya pengalaman traumatis setelah menonton film horor pun terbilang jarang.

Selain itu Penelitian juga menunjukkan, saat seorang perempuan menonton film horor, otak akan mengeluarkan neurotransmitter dopamin, glutamate, dan serotonin. Aktivitas otak pun meningkat sehingga pikiran akan selalu dalam keadaan siaga.

Selain itu, ancaman sinyal yang melewati hipotalamus akan merangsang kelenjar adrenal untuk menghasilkan adrenalin dan opiat yang memiliki seperti efek anestesi.

Setelah menonton film selama setengah jam, sistem tubuh akan menjadi tenang dan sistem pertahanan tubuh akan menjadi lebih kuat.

Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi Anda untuk ogah menonton film horor. Sudah terbukti, menonton film horor memiliki efek positif pada kesehatan mental dan tubuh.

Namun, mereka yang menderita komplikasi jantung tetap harus menghindari menonton film tersebut. Sekarang, mematikan lampu dan tonton beberapa film ‘sehat’ seperti The Omen, The Exorcist dan The Ring.

Dampak Positif Film Horor :: bestlagu.com


Film Horor
Film Horor adalah film yang memancing emosi rasa takut dan rasa ngeri dari penikmat. Alur cerita mereka selalu melibatkan tema-tema kematian, supranatural, atau penyakit mental. Banyak cerita film horor yang berpusat pada sebuah tokoh antagonis tertentu yang jahat.

 Menurut sebuah studi menemukan bahwa sering menonton film horor ternyata memberikan efek positif bagi perempuan. Benarkah ?

 Para ilmuwan yang tergabung dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa film horor baik untuk kesehatan mental dan otak perempuan. Manfaat dari menonton film horor yakni adanya efek positif pada tubuh, pikiran, dan jiwa.

 Film horor memang tidak sepenuhnya sinkron dengan realitas. Karena itu, bisa dibilang film horor adalah realitas yang menciptakan fiksi. Maka, jika mengetahui bahwa film itu merupakan fiksi, isapan jempol, dan imajinasi, penonton pun yakin bahwa itu tidak nyata. Timbulnya pengalaman traumatis setelah menonton film horor pun terbilang jarang.

 Selain itu Penelitian juga menunjukkan, saat seorang perempuan menonton film horor, otak akan mengeluarkan neurotransmitter dopamin, glutamate, dan serotonin. Aktivitas otak pun meningkat sehingga pikiran akan selalu dalam keadaan siaga.

 Selain itu, ancaman sinyal yang melewati hipotalamus akan merangsang kelenjar adrenal untuk menghasilkan adrenalin dan opiat yang memiliki seperti efek anestesi.

 Setelah menonton film selama setengah jam, sistem tubuh akan menjadi tenang dan sistem pertahanan tubuh akan menjadi lebih kuat.

 Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi Anda untuk ogah menonton film horor. Sudah terbukti, menonton film horor memiliki efek positif pada kesehatan mental dan tubuh.

 Namun, mereka yang menderita komplikasi jantung tetap harus menghindari menonton film tersebut. Sekarang, mematikan lampu dan tonton beberapa film 'sehat' seperti The Omen, The Exorcist dan The Ring.

Latar belakang Film horor

 Sebelum Perang Dunia II, film horor sebagian besar dibuat berdasarkan dari karya-karya sastra klasik bertema gotik / horor dari negara-negara Barat, seperti Drakula (1931), Frankenstein (1931), The Phantom of the Opera (1925), dan Dr Jekyll and Mr. Hyde (1941).

 Dalam dunia perfilman yang lebih baru, film horor sering menarik inspirasi dari kegelisahan hidup yang timbul setelah Perang Dunia II, sehingga terciptalah tiga sub-ragam yang berbeda namun saling berhubungan di Amerika Serikat dimana industri film horor berkembang sangat pesat. Ketiga sub-ragam tersebut adalah: horor-kepribadian seperti film Psycho (1960), horor-kiamat seperti film Invasion of The Body Snatchers (1956), dan horor-setan seperti film The Exorcist (1973). Dari sudut pandang industri film horor Amerika, sub-ragam yang terakhir dapat dilihat sebagai transisi modern dari film horor lama, dimana penekanan pada agen-agen supranatural yang membawa kengerian bagi dunia semakin diutamakan.

 Film horor umumnya telah diasosiasikan dengan kekerasan, anggaran yang rendah (B film), dan eksploitasi. Namun nyatanya banyak sutradara film dari Amerika yang terkenal dan dihormati seperti Alfred Hitchcock, Roman Polanski, Stanley Kubrick, John Carpenter, William Friedkin, Richard Donner, dan Francis Ford Coppola telah menggarap setidaknya satu judul film dalam ragam yang unik ini. Para kritikus film horor kebanyakan menganalisa film ragam ini dari sudut pandang teori ragam dan teori auteur.

 Beberapa film horor memasukkan unsur-unsur ragam lain seperti fiksi ilmiah, fantasi, mockumentary, komedi hitam, dan cerita getaran, yang menciptakan sebuah perpaduan atau sub-ragam yang baru.

Sejarah Film Horor

 1890-an - 1920-an

 Penggambaran pertama kejadian-kejadian gaib dan supranatural muncul di beberapa film pendek bisu yang dibuat oleh pionir film seperti Georges Méliès (sineas asal Prancis) pada akhir 1890-an, dimana filmnya yang paling menonjol adalah Le Manoir du diable (BI: "Rumah Iblis") (1896) yang kadang-kadang disebut sebagai film horor pertama. Proyek horornya yang lain adalah La Caverne maudite (alias "Gua Setan", BI: "Gua Terkutuk") (1898). Jepang mengawali film ragam horornya dengan Bake Jizo dan Shinin no Sosei , keduanya dibuat tahun 1898. Pada 1910, Edison Studio (sebuah perusahaan film Amerika Serikat) memproduksi versi film pertama Frankenstein, film tersebut sempat hilang selama bertahun-tahun, namun kolektor film bernama Felix Alois Dettlaff Sr menemukan sebuah salinan dan merilisnya pada tahun 1993.

 Awal abad ke-20 membawa banyak titik kemajuan dalam ragam horor, termasuk di sini adalah pertama kalinya sebuah sosok monster tampil di film-panjang horor, yaitu Quasimodo, si bungkuk dari Notre-Dame yang telah muncul di novel karya Victor Hugo, "Notre-Dame de Paris" (diterbitkan 1831). Film yang menampilkan Quasimodo antara lain film-film dari sineas Prancis Alice Guy seperti Esmeralda (1906), The Hunchback (1909), The Love of a Hunchback (1910) dan Notre-Dame de Paris (1911).

 'Film horor' sebagai fitur film pada awalnya banyak diciptakan oleh sineas Jerman di tahun 1910-an dan 1920-an, dalam era film Ekspresionis Jerman. Banyak dari film-film tersebut secara signifikan memengaruhi film-film Hollywood di kemudian hari, film besutan Paul Wegener berjudul The Golem (1915) adalah salah satunya. Pada tahun 1920, Robert Wiene menyutradarai The Cabinet of Dr Caligari, dengan gaya ekspresionisnya. Gaya ekspresionis tersebut akan memengaruhi banyak sineas, seperti Orson Welles sampai Tim Burton (dari Amerika Serikat), dan banyak lagi selama beberapa dekade. Era ekspresionis ini juga telah menghasilkan film fitur bertema vampir yang pertama, yaitu film Nosferatu karya FW Murnau tahun 1922, sebuah adaptasi yang tidak sah dari novel Dracula karya Bram Stoker.

Perkembangan Film Horor

 Perkembangan film horor diikuti di film drama Hollywood awal yang bereksperimen dengan tema horor, termasuk film versi Hollywood dari The Hunchback of Notre Dame (1923) dan film The Monster (1925), di mana keduanya dibintangi oleh Lon Chaney, Sr yang dikenal sebagai aktor film horor pertama di Amerika Serikat. Perannya yang paling terkenal adalah sebagai Phantom dalam film The Phantom of the Opera (1925). Perkembangan selanjutnya diikuti oleh film-film horor dari perusahaan film Universal, yang kemudian mengikuti rilisnya film tersebut dengan film-film horor terkenal seperti Dracula (1931), Frankenstein (1931), The Mummy (1932), Bride of Frankenstein (1935), Werewolf of London (1935), Son of Frankenstein (1939), The Invisible Man (1933), The Wolf Man (1941), dan Creature from the Black Lagoon (1954). Dengan serombongan tokoh monsternya yang ikonik, perusahaan Universal akan menciptakan kesan mendalam di generasi penggemar film di seluruh dunia.




»»  READMORE...

Manfaat Sinetron

Bagi saya sendiri sinetron Indonesia selama ini termasuk barang yang kurang baik, karena kerugian yang saya derita ketika saya melihat sinetron lebih besar dari manfaat yang saya dapatkan. Namun dibalik berbagai kontroversi dan berbagai kritikannya sinetron Indonesia tetap makin subur. Kurang suka, bukan berarti serta merta tidak saya amati sama sekali mengingat sinetron hidup dan tumbuh dalam realita sosial mau tidak mau saya juga ingin mengetahui perkembangannya. Ternyata tidak selamanya sinetron itu hanya membawa keburukan, karena paling tidak saya menemukan dua manfaat besar.

Manfaat pertama, saya tujukan bagi Presiden maupun pemimpin dekonsentrasi fiskal. Jika kita bingung mencari permasalahan bangsa ini, lihatlah sinetron. Manfaat yang kedua bagi yang ingin mengetahui banyak pola pikir masyarakat Indonesia, lihatlah sinetron. Hampir semuanya ada di sinetron. Kita cukup melihat berbagai pola tayangan sinetron. Bisa kita intisarikan menjadi jawaban- jawaban tersebut.

Dalam sinetron selalu ditampilkan persinggungan si Kaya dan si Miskin, si kaya dan kaya, atau si kaya dan si biasa saja. Jarang sekali sinetron yang menampilkan kehidupan biasa saja dan kemiskinan maupun kehidupan kemiskinan. Dari awal tema kehidupan ini saja, bisa kita lihat kecenderungan setting matrealistis merupakan konsumsi nikmat di pandangan masyarakat. Ini jelas problem pertama dari beberapa hal yang fundamental dalam permasalahan di masyarakat. Masyarakat mendambakan kehidupan mewah dan berpenampilan menarik. Tidak ada yang salah karena itu merupakan keinginan yang wajar bagi umat manusia.

Permasalahan kedua dari sisi cerita, rata-rata sinetron berkutat pada masalah cinta...cinta..cinta dan cinta variasinya cerita klenik dedemit, klenik kutukan ini itu, dan sedikit kearifan moral. Dalam sinetron, perspektif cinta sendiri dipujakan seperti layaknya Tuhan. Hal apapun untuk mendapatkannya, biarpun mengorbankan sopan santun dan susila tetap diterabas. Dalam sinetron seperti ini umumnya terdapat dua orang yang cinta pada satu orang dimana dari dua orang tersebut salah satunya adalah antagonis. Posisi antagonis inilah yang kerap salah menyajikan, sinisme, sadisme, opurtunitisme, terabasisme, dan isme isme buruk yang lain dilekatkan. Hal ini kemudian akan memunculkan stigmatisasi masyarakat tentang sadisme dan sinisme. Bisa kita lihat amarah manusia yang seperti kesetanan dan penuh kesombongan tutur katanya. Sebelum sinetron marak(jaman dulu sangat), manusia masih jarang bertindak semena- mena tidak semenjamur sekarang ini setelah sinetron tumbuh subur.

Sangat sedikit cerita yang boleh dibilang berbobot, memberikan edukasi pada masyarakat supaya semangat dalam menjalani hidup. Kalaupun ada cerita yang berisi usaha untuk menjadi kaya, biasanya prosesnya cukup dihadirkan sebentar hambatannya pun tidak banyak. Sehingga dalam stigmatisasi masyrakat penonton, untuk menjadi kaya manusia cukup sedikit berusaha dan rintanganannya mungkin satu dua. Kita harus mencermati pentingnya proses. Karena di titik inilah realita kehidupan ini sebenarnya terjadi. Dan justru rintangan yang dihadapi harusnya diejawantahkan menjadi berbagai episode. Bagaimana mengkonversi keringat, peluh akal, dan bau ketiak menjadi imbalan berupa upah dan gaji. Namun rata- rata penataan klimak dan anti klimak proses hidup ini dipotong atau dipercepat..biasanya dikalahkan tema cinta cinta cinta tadi. Hal ini menunjukkan bagaimana banyak orang memandang keberhasilan orang lain. Mereka hanya melihat hasil akhir keberhasilan orang, dan tidak melihat usahanya dulu. Dan jika terjerumus mereka malah iri dan bersuudzon membuat gossip yang aneh- aneh perihal keberhasilan orang.

Dari isi cerita yang lainnya juga menunjukkan bagaimana masyarakat di Indonesia masih sangat percaya hal berbau mistis dan terkadang melebihi percayanya pada Sang Penciptanya, yaitu Allah swt. Bahkan celaka jika dalam stigmatisasi masyarakat terpatri bahwa proses itu "lurus-lurus"aja dan kaya itu mudah. Muncul lah tren kaya mendadak dalam niatan kehidupan masyarakat. Cara- cara kaya mendadak tanpa terlalu berusaha seperti mencari pasangan yang uda ningrat, menggunakan hal ghaib untuk meraup kekayaan seperti ngepet, tuyul,dll, menyogok buat jadi pejabat, jadi legislatif dan kemudian korup, dan lain lain.

Kita beranjak ke akhir cerita, hampir semua cerita sinetron bersifat gembira. Sangat jarang sinetron yang menutup masalah dengan tokoh utama yang tetap menderita namun di klise sebelum benar- benar diakhiri ditampakkan semangat sang tokoh utama untuk tetap semangat menjalani hidup. Hal ini akan memberi dampak bahwa semua masalah akan diakhiri gembira. Padahal tidak semua permasalahan hidup diakhiri dengan gembira. Ada yang diakhiri dengan tetap menderita namun tetap diliputi ketabahan.

Akhirnya, saya kembali teringat ungkapan salah satu seniman bernama Kang Butet saat itu beliau mengungkapkan bahwa, " Kalau orang Indonesia pintar, maka sinetron tidak laku."....artinya kualitas sinetron yang ada saat itu tidak mumpuni untuk meningkatkan kapabilitas masyarakat Indonesia. Saya tidak ingin mengunderestimatekan bahwa orang Indonesia tidak pintar, namun saya hanya ingin mengatakan, " Kalau orang Indonesia pintar, sinetron termasuk dalam Trias Pendidikan Ki Hadjar Dewantoro." artinya sinetron yang ada adalah tayangan edukatif sekaligus menghibur. Tidak didasarkan hal materi belaka, mengorbankan edukasi pemirsa untuk perut pemilik media pertelevisian.

Hal sedikit diatas saya intisarikan karena saya hidup dalam berbagai kondisi masyarakat. Artinya saya percaya jika lingkungan masyarakat saya adalah orang yang semua baik taat pada semua ajaran Islam maka saya akan sangat mendengar kata sinetron. Namun kenyatannya saya hidup di tatanan masyarakat yang berliku liku, jadi justifikasi persinetronan didasarkan atas kehidupan yang saya temui juga. Jadi...Bapak Presiden, jika ingin masalah Indonesia selesai buatlah sinetron Indonesia. Dan anda sendiri yang menyelesaikannya. Memberikan kualitas tayangan yang mendidik di media merupakan salah satu tonggak dasar yang penting dalam merubah cara berfikir masyarakat Indonesia. Jika boleh membandingkan, saya lebih setuju saat hanya ada TVRI dimana acaranya tidak begitu ngejrenk namun tepat guna. Artinya mau tidak mau kita hanya bisa melihat itu. Dan efek acara ngejrenk milik swasta yang terlalu Jakartasentris, kemampuan geografi berwawasan Nusantara anak Indonesia menurun drastis. Semoga ini tidak berelevansi.
source : http://bleruangke.multiply.com/journal/item/258/Manfaat_Sinetron?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
»»  READMORE...

Paramore


Paramore merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Paramore pernah dituduh bukan band, masuk nominasi Grammy, dan dibanding-bandingkan dengan Avril Lavigne!
Grup music ini bermarkas di Franklin, Tennessee. Aggotanya berjumlah 5 orang yaitu Hayley Williams berperan sebagai vokal (dan asal kalian tahu, Hayley baru berumur 13 tahun saat membentuk band Paramore pada tahun 2002), Josh Farro berperan sebagai lead gitar, Jeremy Davis berperan sebagai bassis, Taylor York berperan sebagai ritem gitar dan Zac Farro berperan sebagai drummer.
Album pertamanya ialah ‘All We Know Is Falling’ diliris pada tahun 2005. Dan album kedua yaitu RIOT! Pada tahun 2007. Mereka juga ikut berpartisipasi dalam Soundtrack Album TWILIGHT pada tahun 2008 dengan menyumbang 2 lagu, “Decode” dan “I Caught Myself”. Lagu “Decode” menjadi nominasi do MTV movie awards untuk kategori “Best Soundtrack”. Mereka juga merilis DVD THE FINAL RIOT! Tour pada tahun 2008. Pada tahun 2009, mereka juga merilis album baru mereka yang berjudul “Brand New Eyes” pada tanggal 29 September 2009 yang bertepatan dengan ulang tahun gitaris mereka, Josh Farro.
Namun kakak beradik Josh dan Zac Farro memutuskan keluar dari Paramore baru-baru ini. Hayley Williams sang vokalis, mengatakan bahwa, balakangan ini kedua kakak beradik itu sedah merasa tidak bahagia di Paramore satu tahun belakangan. Dan sekarang Paramore hanya berjumlah 3 orang, yaitu Hayley Williams vokalis, Jeremy Davis bassist dan Taylor York gitaris yang resmi menjadi anggota pada tahun 2009.
Dan Dalam tour 2011 mereka akan dibantu oleh Justin York dan Josh Freese
Paramore pernah dituduh bukan band. Mereka mengaku sempat sangat frustasi dengan perlakuan media Inggris. Misalnya, yang hanya menaruh Hayley seorang diri di cover majalah. Ya, media seakan tidak peduli akan personil lainnua, dan menganggap kalau Paramore adalah Hayley seorang. Tapi, Paramore tentu saja gak tinggal diam. Karena kejadian itu band ini membuat kaos yang bertuliskan PARAMORE IS A BAND. Dan mereka pakai saat mereka tampil di Inggris.

»»  READMORE...

Avenged Sevenfold - Turn The Other Way Lyrics


Slit my wrists, take away the pain.
Slit my throat, there's no one to blame.
Lost in the fields of confusion.
Restless nights, they're not far away.
Away, what.

I came here for something and I'm not turning back.
Strong piece of mind but you still hold my keys.
Keeping my fate deep within your threshold.
Petty inconvenience but it means the world to me.

You hold the power.
To set me free.
Caught in your grasp, how?
Just let me be.
Give me control out.
Out of these depths.
A fiery hell.
I pray for death.

I've been the wrong one time and time again.
Now I'm on my knees forgive me please.
Tore out my heart, handed to me on a silver platter.
Sew up the hole, emptiness in the place of compassion.

You made me this way.
I am the product of your creation.
Sew up the hole, right now,
Now you turn the other way.

You've turned away from me,
The future's much to far away to see.
I hope you learn the truth,
not the way things were meant to be with me and you.

»»  READMORE...

AVENGED SEVENFOLD




Band ini dibentuk pada tahun 1999 di Huntington Beach, California dengan anggota asli: M. Shadows, Zacky Vengeance, The Rev dan Matt Wendt. Asal mula dari nama band yang dipilihnya ini dari referensinya yang berasal dari cerita Cain dan Abel dari Bible (Kitab Suci orang Kristen), Namun walaupun begitu, band ini tidak ada sangkut pautnya dengan agama. Saat pembentukannya, masing-masing anggota band ini memakai nama samaran yang juga merupakan nama panggilan mereka saat bersekolah di Sekolah Menegah Atas. Sebelum merilis album debut mereka, band ini merekam dua demo pada tahun 1999 dan 2000. Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet, direkam ketika para anggota band masih berumur delapan belas tahun dan juga masih bersekolah di SMA. album ini pada awalnya dirilis oleh perusahaan label pertama mereka, Good Life Record pada tahun 2001. Setelah gitaris Synyster Gates bergabung dengan band ini pada akhir 1999, Lagu “To End the Rapture” direkam ulang dengan menampilkan anggota penuh band. Album ini kemudian dirilis ulang pada Hopeless Records pada tahun 2002.
Band ini lalu mulai menerima pengakuan, mereka tampil dengan band-band seperti Mushroomhead dan Shadows Fall dan bermain di Take Action Tour. Setelah bassis keempat mereka, Johnny Christ bergabung secara permanen, mereka merilis album Waking the Fallen di Hopeless Records pada bulan Agustus 2003. Band kemudian menerima pengakuan oleh Billboard dan The Boston Globe, dan juga bermain di “Vans Warped Tour”. Pada tahun 2004, Avenged Sevenfold mengadakan tur kembali di “Vans Warped Tour” dan merekam video untuk lagu “Unholy Confessions “yang masuk tangga lagu di MTV2′s Headbanger’s Ball. Tak lama setelah merilis Waking the Fallen, Avenged Sevenfold meninggalkan Hopeless Records dan menandatangani kontrak yang diajukan oleh Warner Bros.
City of Evil, album ketiga band ini dirilis pada tanggal 7 Juni 2005 dan melakukan debut di # 30 di chart 200 Billboard, yang menjual lebih dari 30.000 kopi dalam minggu pertama. Album ini lebih classic metal dari album sebelumnya yang telah dikelompokkan ke dalam genre metalcore. Album ini juga terkenal karena tidak adanya scream. M. Shadows berlatih dengan pelatih vokal Ron Anderson (Ron juga pernah melatih vokal bersama Axl Rose dan Chris Cornell) selama berbulan-bulan sebelum rilis album untuk mencapai suara yang telah “grit saat masih memiliki nada “. Album ini mendapat steller review dari beberapa majalah dan website, dan dikreditkan untuk mendorong band ke popularitas internasional.
Setelah bermain di Ozzfest pada tahun 2006, Avenged Sevenfold mengalahkan penyanyi R & B Rihanna dan Chris Brown, Panic! at the Disco, Angels and Airwaves dan James Blunt untuk judul Best New Artist di MTV Video Music Awards, sebagian berkat lagu “Fear and Loathing in Las Vegas”- yang menginspirasi “Bat Country.”
Mereka kembali ke Vans Warped Tour, kali ini mereka headlining dan kemudian melanjutkan tour mereka sendiri “Cities of Evil Tour.” Selain itu, lead single mereka “Bat Country” mencapai # 2 di Billboard Mainstream Rock Charts, # 6 pada Billboard’s Modern Rock Charts dan video yang menyertainya berhasil mencapai # 1 di MTV Total Request Live.
Didorong oleh keberhasilan ini, album “The City of Evil” terjual laris dan menjadi catatan emas pertama Avenged Sevenfold. Ia kemudian meraih platinum pada bulan Agustus 2009


Keberhasilan Avenged Sevenfold membuat mereka diundang untuk tur 2006′s Ozzfest di panggung utama, disejajarkan dengan band aliran heavy metal yang terkenal seperti Dragonforce, Lacuna Coil, Hatebreed, Disturbed, dan System of a Down. Pada tahun yang sama mereka juga menyelesaikan tur di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Britania Raya (serta daratan Eropa), Jepang, Australia dan Selandia Baru. Setelah tur selama enam belas bulan di promosi City of Evil, band ini mengumumkan bahwa mereka membatalkan tur 2006 demi rekaman album baru. M. Shadows menyatakan bahwa album keempat mereka, self-titled dan self production tidak akan menjadi “City of Evil Part 2″ atau “Waking the Fallen Part 2,” tapi akan menggabungkan suara grittier baru. Untuk gelombang para penggemar, di antara kemunculan album baru, band ini merilis DVD pertama mereka berjudul “All Excess” pada tanggal 17 Juli 2007. All Excess, yang memulai debutnya sebagai # 1 DVD di Amerika Serikat, termasuk pertunjukan live dan backstage footage yang membentang delapan tahun karir band. Dua tribute album, Strung Out on Avenged Sevenfold: Bat Broken Wings and String dan Strung Out on Avenged Sevenfold: The String Tribute juga dirilis pada bulan Oktober 2007.
Avenged Sevenfold, merupakan judul album keempat band ini, dirilis pada tanggal 30 Oktober 2007, dan memulai debutnya di # 4 di Billboard 200 dengan lebih dari 90.000 copy telah terjual. Dua single, “Critical Acclaim” dan “Almost Easy” yang dirilis sebelum debut album. Pada bulan Desember 2007, video animasi dibuat untuk “A Little Piece of Heaven.” Karena masalah kontroversial subjek lagu, bagaimanapun, Warner Brothers hanya dirilis kepada pengguna MVI terdaftar melalui internet. Single ketiga, “Afterlife” dan videonya dirilis pada bulan Januari 2008. Single keempat mereka, “Dear God”, dirilis pada tanggal 30 September 2008. Meskipun penerimaan dicampur kritis secara umum, album-self titled terjual lebih dari 500.000 copy dan mendapat penghargaan “Album of the Year” di Kerrang! Awards.
Headline Avenged Sevenfold di tour Taste of Chaos dengan Atreyu, Bullet for My Valentine, Blessthefall dan Idiot Pilot. Mereka menggunakan rekaman dari pertunjukan terakhir mereka di Long Beach untuk Live in LBC & Diamonds di Rough, dua- disc B-side CD dan DVD live yang dirilis pada 16 September 2008. Mereka juga merekam banyak lagu cover, termasuk Pantera “Walk”, Iron Maiden’s “Flash Blade” dan Black Sabbath’s “Paranoid”. Mereka juga akan merilis Guitar Tutorial DVD, yang meliputi lima lagu, Afterlife, Almost Easy, Bat Country, Beast and the Harlot dan Trashed and Scattered. Selama pertunjukan festival terjual habis di Leeds dan Reading, band terpaksa mempersingkat pertunjukan Leeds mereka dan membatalkan pertunjukan Reading mereka karena strain vokal yang di alami oleh M. Shadows. Beberapa hari kemudian, band ini terpaksa mengumumkan pembatalan sisa pertunjukan September, dengan tur yang akan dilanjutkan kembali pada 15 Oktober.
Pada bulan Januari 2009, M. Shadows menegaskan bahwa band ini akan menulis tindak lanjut self-titled, album keempat mereka dalam bulan-bulan mendatang. Mereka juga mengumumkan bahwa mereka akan bermain di Rock on the Range, dari 16-17 Mei 2009. Pada tanggal 16 April mereka melakukan versi Guns N ‘Roses’ “It’s So Easy” di atas panggung dengan Slash, di Nokia Theater di Los Angeles. M. Shadows adalah vokal pada album solo Slash di lagu”Nothing to Say”.
Mereka mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mulai menulis pada bulan Juni 2009 dan rekaman pada bulan Oktober 2009. M. Shadows juga mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Loveline bahwa rekaman berikutnya akan menjadi Heavy Metal yang lebih tradisional, catatan rock lebih berorientasi, karena catatan self-titled sangat eksperimental. Dia juga mengatakan akan fitur yang lebih progresif untuk lagu-lagu lama dan akan menjadi “rekaman terbesar Avenged Sevenfold.” Selain itu, ia mengatakan bahwa mereka mungkin berpikir tentang sebuah catatan konsep. Pada tanggal 15 Juli 2009, website mereka dan profil MySpace telah diperbarui dengan pernyataan dari M. Shadows yang menyiratkan pekerjaan untuk album berikutnya telah dimulai dan mereka masih “melemparkan ide-ide”. Pembaruan itu pada hari yang sama bahwa Waking the Fallen mendapat Gold di Amerika.
Pada tanggal 28 Desember 2009 drummer James”The Rev”Sullivan ditemukan meninggal di rumahnya pada umur 28 tahun. Hasil otopsi tidak dapat disimpulkan. Namun tanggal 9 juni 2010 diumumkan bahwa penyebab kematiannya adalah keracunan akibat penggunaan piskotropika yang dicampur – campur, sering juga disebut polydrug use atau “cross fading”. Dalam pernyataan dari anggota band lainnya, mereka turut berbela sungkawa atas meninggalnya The Rev dan meminta untuk menghormati privasi keluarganya:
It is with great sadness and heavy hearts that we tell you of the passing today of Jimmy “The Rev” Sullivan. Jimmy was not only one of the world’s best drummers, but more importantly he was our best friend and brother. Our thoughts and prayers go out to Jimmy’s family and we hope that you will respect their privacy during this difficult time.
Website resmi Avenged Sevenfold menampilkan pesan dari keluarga Sullivan yang menyatakan terima kasih kepada penggemarnya atas dukungan mereka:
“We would like to thank all of Jimmy’s fans for the heartfelt comments that have been posted – it is comforting to know that his genius and antics were appreciated and that he was loved so much. Our hearts are broken – he was much too young to fall. Óg agus saor go deo (forever young and free)”
Di samping itu komentar tentang kematian Sullivan, manajer band Larry Jacobson mengungkapkan bagaimana Sullivan adalah orang yang begitu baik terhadap semua orang. Jacobson berkata dalam wawancara itu:
He was expressive. He’d tell you how he felt about you — you didn’t wonder because he’d put his arm around you,” he said. “He knew how to tell his friends he loved them.
Pada tanggal 6 Januari 2010 jenazah di makamkan di lokasi yang dirahasiakan.
Tanggal 5 Januari 2010, majalah Kerrang! menulis artikel tentang kematian The Rev.Zacky Vegeance menunjukan perasaan-nya tentang kematian The Rev.
“Jimmy will always be with me in everything I do. Except sitting at home being sad, so today Im going to try to start living again. foREVer.”
Selain Jacobson, lebih dari 50 seniman musik berkomentar atas kematian Sullivan.
Dalam sebuah wawancara dengan M. Shadows tentang kematian The Rev, Shadows mengkonfirmasi merilis album kelima pada bulan Juli. “Saya memiliki banyak yang perlu dibicarakan tetapi tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat jadi saya akan menunggu sampai waktu yang bisa memungkinkan saya untuk menemukan cara untuk mengekspresikan diri. Adapun sisa dari kami, telah menjadi jelas apa yang perlu kita lakukan. Kami baru saja selesai rekaman dengan Jimmy.. Saya tidak bisa menjanjikan apa yang masa depan karena sekarang ini terlalu menyakitkan untuk dipikirkan, tetapi kita tahu bahwa kita perlu untuk merekam dan mengeluarkan rekaman ini untuk menghormati Jimmy. Dia akan menelepon saya setiap malam untuk berbicara tentang lagu dan katakan adalah ini akan mengubah dunia. “Saya setuju dengan dia, sayangnya saya tidak tahu itu akan menggunakan istilah ini Harap bersabar dengan kami karena kami tidak bisa membayangkan betapa sulitnya ini akan menjadi untuk lolos, kita hanya tahu kita harus melakukannya untuk warisannya.. Setelah itu, siapa tahu? “
Dalam wawancara terbaru yang dilakukan oleh surat kabar Huntington Beach Independent, orangtua Jimmy Sullivan, Babara dan Joseph mengungkapkan informasi berikut tentang album baru Avenged Sevenfold: “Paling penting baginya, Jimmy baru saja selesai menulis lagu untuk album baru Avenged Sevenfold – ia bahkan menyebutnya masterpiece. Ketika ia menulis lagu, dia akan merekam, bermain piano dan drum – kemudian, lalu ketika ia bermain itu semua untuk saya, dia akan menyanyikan bagian orkestra atau gitar yang akan ditambahkan kemudian. Saya bersyukur bahwa saya harus mengatakan padanya betapa aku menyukai dan mengagumi musiknya. Kemudian, Barbara berkomentar bahwa, “tulisan Jimmy dalam beberapa lagu benar-benar baik Saya sangat bangga padanya,. dan aku tahu bahwa meskipun akan sangat sulit bagi mereka, band ini akan melakukan pekerjaan yang besar membuat mereka rekam segera. Tak perlu dikatakan , rekaman ini ‘semua Jimmy’ hampir tidak mungkin bagi saya untuk mendengarkan, tapi apa berkat untuk memiliki mereka. ” Mereka berencana untuk mendedikasikan album baru mereka untuk The Rev.
Pada tanggal 17 Februari 2010, Avenged Sevenfold menyatakan bahwa mereka telah memasuki studio, bersama denganmantan drummer Dream Theater, Mike Portnoy, untuk drum untuk rekaman, di tempat Rev “Saya ingin fans kami tahu bahwa dengan Jimmy di dalam kita hati, perjalanan kita untuk merekam secara resmi dimulai. Jimmy membantu meninggalkan dunia ini hadiah yang mengagumkan dan sekarang sudah menjadi tugas kami untuk memastikan untuk menyampaikan bahwa hadiah untuk fans kami Kami bertanya. Drummer favorit Jimmy sepanjang masa Mike Portnoy untuk mencatat atas nama dirinya. Mike mengatakan akan menjadi kehormatan dan tanpa pertanyaan itulah yang pasti diinginkan Jim. Sangat nyaman kepada kita bahwa seseorang seperti Mike, yang tidak diragukan lagi dihormati sebagai salah satu drumer terbaik di dunia, memberikan penghormatan dan kepedulian untuk kemampuan The Rev’s. Meskipun tidak akan sama tanpa saudara kita oleh pihak kita, esensi nya tinggal di hati kita dan melalui musik dia membantu menciptakan Dia adalah legenda sebelum salah satu keberhasilan atau semua itu omong kosong dan. kami sangat senang untuk berbaring ini untuk fans kami, dan terutama untuk Jimmy. “
Pada tanggal 17 April 2010, sebuah pesan singkat dari Zacky Vengeance telah diposting di resmi Avenged Sevenfold Twitter: “Tracking selesai Tidak ada kata-kata yang pernah akan menggambarkan perasaan mendengarkan album ini saat mengemudi sendiri di rumah pada 4:00..” Single “Nightmare” dirilis secara digital pada tanggal 18 Mei 2010.  Sebuah preview untuk lagu ini dirilis pada 6 Mei 2010 pada Amazon.com,  namun segera dihapus untuk alasan yang tidak diketahui.
Pada tanggal 12 Mei 2010, M. Shadows dan Synyster Gates mampir ke harddisk (acara radio) di mana mereka menjelaskan rincian tentang Nightmare sebelum rilis:
“     [...] The new album, Nightmare, is dedicated to The Rev memory and although it’s not exactly a concept album, it does center around The Rev. The eeriest thing about it is there is a song on the album called “Fiction” (a nickname The Rev gave himself) which started out with the title “Death”. And the song was the last song The Rev wrote for the album, and when he handed it in, he said, that’s it, that’s the last song for this record. And then 3  days later, he died. ”     ”
Mixing untuk album tersebut sudah selesai di New York City, dan album ini akhirnya dirilis di seluruh dunia pada tanggal 27 Juli 2010. Album ini mendapat review positif dari kritikus musik tapi. Disambut baik oleh fans. Nightmare memulai debutnya di nomor satu di Billboard 200 dengan penjualan 163.000 unit di minggu pertama.
Pada tanggal 16 Desember 2010, Portnoy mengumumkan melalui Akun Facebooknya bahwa ia tidak lagi akan bekerja dengan Avenged Sevenfold. Band ini memposting pernyataan di website mereka pada 17 Desember 2010 yang menyatakan bahwa Mike Portnoy tidak akan menjadi pengganti posisi The Rev, tetapi ada drummer baru yang telah dipilih untuk uji coba selama tahun 2011 dan menunjukkan berpotensi menjadi anggota tetap.
Pada tanggal 20 Januari 2011, Avenged Sevenfold mengumumkan melalui Akun Facebooknya bahwa mantan drummer Confide Arin Ilejay akan tur dengan mereka mulai tahun ini tetapi belum mendapatkan tempat sebagai drummer permanen.
Avenged Sevenfold akan tampil di Rock am Ring dan Rock im Park festival pada tanggal 3-5, 2011 bersama band-band lain seperti Alter Bridge, System of a Down, dan In Flames.
Material Avenged Sevenfold meliputi berbagai genre dan telah berkembang selama karier tahun band sepuluh. Awalnya, debut album Sounding the Seventh Trumpet terdiri hampir seluruhnya dari Metalcore, namun ada beberapa penyimpangan untuk genre ini, terutama dalam “Streets” yang mengadopsi gaya punk dan “Warmness on the Soul,” yang merupakan piano balada-oriented. Pada Waking the Fallen, band metalcore ditampilkan dengan gaya kontemporer sekali lagi, tetapi menambahkan vokal bersih lebih luas serta unsur-unsur musik yang lebih matang dan rumit. Dalam band DVD All Excess, produser Andrew Mudrock menjelaskan transisi ini: “Ketika saya bertemu band setelah Sounding the Seventh Trumpet telah keluar sebelum mereka telah mencatat Waking the Fallen, M. Shadows berkata kepadaku ‘rekaman ini scream. kami ingin membuat akan menjadi setengah-setengah scream dan bernyanyi. Aku tidak ingin menjerit lagi dan catatan setelah itu akan menjadi bernyanyi semua.. “”
Logo band yang dikenal sebagai “Deathbat” ini pada awalnya dirancang oleh seorang teman seni se-SMA Avenged Sevenfold, Mikha Montague, seperti yang terlihat pada band DVD pertama. The Deathbat telah muncul di semua album band, banyak yang dilakukan oleh Cameron Rackam, teman dekat dari band. The Deathbat telah berkembang dari hanya menjadi tengkorak dengan sayap kelelawar, untuk kadang-kadang muncul sebagai “ukuran orang” kerangka penuh dengan sayap kelelawar, seperti dapat dilihat pada cover album City of Evil dan Nightmare dan pada single “Dear God” dan “Scream”. Pada Sounding the Seventh Trumpet, ada gambar dua orang (di mana tampaknya Kain dan Habel), seorang malaikat lain seperti manusia dan Deathbat semi-opak di bawahnya, beberapa Deathbat muncul di bagian belakang sampul album juga. Para Deathbat juga muncul di sampul sejumlah single seperti “Bat Country”, “Warmness on the Soul” dan “Critical Acclaim”.

1. M. Shadows
Lead singer dari Avenged sevenfold sekaligus yang menemukan bandnya. M. Shdows adalah salah satu personil asli dari Avenged Sevenfold. Nama lengkapnya adalah Matthew Charles Sanders. Dia lahir pada tanggal 31 Juli tahun 1981. Dia mendapatkan nama panggungnya karena dia seorang yang “Darker” karakter, tapi kemudian dia tidak mau nama Matt menjadi bagian dari namanya jadi dia lebih suka untuk memutuskan menamai dirinya M. Shadows. Dia mempunyai pacar bernama Valery yang pernah bernyanyi bersama KoRn. Pernah ikut band bernama Succesful Failure. Bisa memainkan drum, gitar, dan piano

2. Synyster Gates

Lahir 7 Juli tahun 1981 dengan nama lengkap Brian Elwin Haner Jr. Bergabung dengan Avenged Sevenfold pada tahun 2001. Mempunyai proyek sampingan bersama The Rev bernama Pinkly Smooth. Bersekolah di Ocean View High School. Dia mempunyai toko pakaian sendiri bernama Syn Gates Clothing. Dia juga telah memenangkan the Young Shredder Award dan the Guitarist of the Year Award. Synyster Gate juga disponsori oleh Gitar Schecter. Tatto pertamanya adalah nomor satu di jempolnya. Dia pernah menjadi tamu dan rekaman bersama dengan Good Charlotte di lagu The River. Synyster Gate juga mahir bermain piano. Dia dulu ke Musicians Institute di Hollywood California.
3. Zacky Vengeance
Nama lengkapnya adalah Zachary James Baker. Lahir tanggal 11 Desember 1981. Dia sudah bermain gitar sejak umur 13 tahun menggunakan tangan kiri. Mempunyai saudara bernama Matthew dan mempunyai saudara perempuan bernama Zina. Dia juga mempunyai toko pakaian sendiri seperti Synyster Gates bernama Zacky V Presents. Mempunyai anjing bernama Ichabod C. Vengeance. Disponsori oleh Gitar Schecter. Posisinya sebagai gitar Rythem di Avenged Sevenfold. Dia juga salah satu personil asli Aveged Sevenfold dan menemukannya bersama M. Shadows. Dialah yang membuat julukan atau singkatan A7X.
4. Johnny Christ
Lahir pada tanggal 18 November tahun 1984 dengan nama lengkap Jonathan Lewis Seward. Personil termuda di Avenged Sevenfold. Dia tidak bersekolah di SMA yang sama dengan yang lain. Bertemu dengan mereka melalui kakak tertuanya. Johnny adalah Bassist ketiga untuk Avenged Sevenfold. Dia juga personil terpendek di band hanya 5’4″.
5. The Reverend Tholomew Plague
Lahir pada tanggal 9 Februari tahun 1981 dengan nama lengkap James Owen Sullivan. Dia mendapatkan drum setnya sendiri pada umur 3 tahun. Dia juga pernah dikeluarkan dari Sekolah Katolik pada tahun ke-3. Mempunyai proyek sampingan bersama Synyster Gate bernama Pinkly Smooth, yang mana dia Lead Singernya dan dia juga bermain drum untuk band itu. The Rev juga yang menulis lagu baru Avenged Sevenfod berjudul A Little Piece of Heaven. Dia juga yang menemukan suara tertawa, nyanyian, dan teriakan di dalamnya. Saat dia masih remaja dia pernah terlihat berjalan-jalan menggunakan kimono berwarna cerah.

»»  READMORE...

BLOG

A blog is your best bet for a voice among the online crowd. It's a personal website, packed with features, as easy to use as your e-mail.
Source : blog.com
»»  READMORE...

Rabu, 14 Maret 2012

Avenged Sevenfold - Seize The Day Lyrics


Seize the day or die regretting the time you lost
It's empty and cold without you here, too many people to ache over

I see my vision burn, I feel my memories fade with time
But I'm too young to worry
These streets we travel on will undergo our same lost past

I found you here, now please just stay for a while
I can move on with you around
I hand you my mortal life, but will it be forever?
I'd do anything for a smile, holding you 'til our time is done
We both know the day will come, but I don't want to leave you

I see my vision burn, I feel my memories fade with time
But I'm too young to worry (a melody, a memory, or just one picture)

Seize the day or die regretting the time you lost
It's empty and cold without you here, too many people to ache over

Newborn life replacing all of us, changing this fable we live in
No longer needed here so where do we go?
Will you take a journey tonight, follow me past the walls of death?
But girl, what if there is no eternal life?

I see my vision burn, I feel my memories fade with time
But I'm too young to worry (a melody, a memory, or just one picture)

Seize the day or die regretting the time you lost
It's empty and cold without you here, too many people to ache over

Trials in life, questions of us existing here, don't wanna die alone without you here
Please tell me what we have is real

So, what if I never hold you, yeah, or kiss your lips again?
Woooaaah, so I never want to leave you and the memories of us to see
I beg don't leave me

Seize the day or die regretting the time you lost
It's empty and cold without you here, too many people to ache over

Trials in life, questions of us existing here, don't wanna die alone without you here
Please tell me what we have is real

Silence you lost me, no chance for one more day [x2 then continues in the background]
I stand here alone
Falling away from you, no chance to get back home
I stand here alone
Falling away from you, no chance to get back home

»»  READMORE...